Dr. Suasana Nikmat Ginting MA: Sampaikan Orasi Ilmiah pada Wisuda Sarjana ke-IX STAI Panca Budi.

Ketua PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumut Tekankan Pentingnya SDM Unggul, Inovatif, dan Berkarakter dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045

foto: Dr. Suasana Nikmat Ginting, M.A., Ketua PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara sekaligus dosen UIN Sumatera Utara.

PEMATANGSIANTAR | Suara Harian Medan - (02/08) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Panca Budi menggelar Wisuda Sarjana ke-IX di Kota Pematangsiantar, Sabtu (1/8/2026). Dalam momentum tersebut, Ketua PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara, Dr. Suasana Nikmat Ginting, M.A., didaulat menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Transformasi Intelektual Muslim Inovatif Menuju Indonesia Emas 2045.”

Wisuda yang berlangsung khidmat itu dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, Yasmin Siti Khadijah, Ketua STAI Panca Budi Perdagangan Dr. Herry Syahbannuddin Nasution, M.E.I., anggota senat, dosen, sivitas akademika, keluarga wisudawan, serta sejumlah tamu undangan.

Turut hadir Sekretaris Kopertais Wilayah IX Dr. Syawaluddin Nasution, M.Ag., Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Pematangsiantar Dedi Tunasto Setiawan, S.H., M.H., Ketua MUI Pematangsiantar Ki Drajat Purba, M.A., beserta tokoh agama, akademisi, dan unsur masyarakat lainnya.

Ketua STAI Panca Budi Perdagangan, Dr. Herry Syahbannuddin Nasution, menyampaikan harapannya agar para wisudawan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama masa studi dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, integritas, dan kepemimpinan dalam pengabdian kepada masyarakat.

foto: Foto bersama jajaran pimpinan STAI Panca Budi, Ketua Yayasan Pendidikan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, para tamu undangan, dan tokoh masyarakat usai pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-IX STAI Panca Budi di Pematangsiantar, Sabtu (1/8/2026).

 

Sementara itu , Dr. SNG dalam orasi Ilmiahnya menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 merupakan agenda strategis bangsa yang harus diwujudkan melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, inovatif, dan memiliki daya saing global. Menurutnya, bonus demografi harus dimanfaatkan sebagai kekuatan untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Ia menekankan bahwa transformasi intelektual Muslim tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus melahirkan generasi yang mampu berinovasi, berintegritas, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa.

“Indonesia Emas membutuhkan lompatan paradigma yang radikal, bukan sekadar melanjutkan tren pembangunan saat ini. Intelektual Muslim harus menjadi motor inovasi, penggerak perubahan, dan mampu menghadirkan solusi bagi kemajuan bangsa,” ujar SNG yang juga dijuluki PANGLIMA PENA oleh sekretaris PW Pemuda Muslim Sumut.

Melalui penyelenggaraan Wisuda Sarjana ke-IX, STAI Panca Budi kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang berkualitas, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *