Kolaborasi ANI dan BI Luncurkan Program “Wakaf Sumut Berkah”, Perkuat Ekosistem Wakaf di Sumut

Pertemuan Strategis di BI Sumut Bahas Pengembangan Wakaf Berkelanjutan

Foto: Foto bersama jajaran Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI), Yayasan Darul Waqaf Al-Hadiy, dan perwakilan berbagai lembaga wakaf usai pertemuan strategis membahas kolaborasi program "Wakaf Sumut Berkah" di Gedung BI Sumut, Medan, Senin (3/8/2026).

MEDAN | Suara Harian Medan - (03/08) Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI) berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara untuk memperkuat ekosistem wakaf melalui program “Wakaf Sumut Berkah”. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Gedung BI Perwakilan Sumatera Utara, Jalan Balai Kota, Medan, Senin (3/8/2026).

Pertemuan yang diinisiasi oleh Pembina Yayasan Darul Waqaf Al-Hadiy, Dr. Mayurida, M.Pd., CWC, bersama Deputi Kepala Divisi BI Sumut Wahyu Ega Nugraha dan Konsultan UMKM dan Ekonomi Syariah BI Sumut Ali Sakti H. Nasution, dihadiri berbagai lembaga wakaf, pengurus ANI, jajaran BI Sumut, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang ekonomi syariah.

Program “Wakaf Sumut Berkah” digagas sebagai langkah nyata memperkuat sinergi antar lembaga dalam meningkatkan literasi, tata kelola, serta pengembangan wakaf produktif di Sumatera Utara.

Dr. Mayurida mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dalam membumikan wakaf agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Pertemuan ini adalah titik awal untuk menyatukan visi besar dalam membumikan wakaf di Sumatera Utara. Kami berharap sinergi antara ANI dan BI dapat melahirkan program-program nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan umat,” ujarnya.

Foto: Suasana pertemuan strategis antara Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI), Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, dan berbagai lembaga wakaf. (Ist)

Sementara itu, Ketua Yayasan Darul Waqaf Al-Hadiy, Haniyatul Abrari, CWC, menilai potensi wakaf di Sumatera Utara sangat besar, namun membutuhkan pengelolaan yang profesional dan kolaboratif.

Menurutnya, keterlibatan BI menjadi energi baru dalam memperkuat tata kelola sekaligus memperluas distribusi manfaat wakaf kepada masyarakat.

Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Baitul Waqf Al-Hadiy, Andri Saputra Lubis, M.Psi., CWC. Ia optimistis kolaborasi tersebut akan membuka ruang inovasi, mulai dari digitalisasi wakaf hingga pengembangan program wakaf produktif yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan berbagai lembaga wakaf, termasuk Laznas Salam Sumut  (Lembaga Amil Zakat Nasional Syarikat Islam Sumatera Utara). Ketua Laznas Salam, Ustaz H. Farhan, S.Pd.I., CWC, mengapresiasi sinergi yang dibangun antara BI dan ANI Sumatera Utara.

Foto: Perwakilan Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI), Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, dan sejumlah lembaga wakaf mengikuti diskusi strategis terkait penguatan ekosistem wakaf.(ist)

Ia menilai Dr. Mayurida sebagai inisiator gerakan wakaf di Sumatera Utara yang terus aktif membangun kolaborasi serta membina para nazhir wakaf yang telah tersertifikasi agar semakin berperan dalam pengembangan wakaf.

Farhan juga meyakini kepemimpinan Dr. Mayurida akan semakin memperkuat ANI Sumatera Utara sebagai wadah bagi para nazhir wakaf dalam mengembangkan pengelolaan wakaf yang profesional.

Melalui program “Wakaf Sumut Berkah”, ANI dan BI Sumut berkomitmen menghadirkan berbagai program strategis guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap wakaf sekaligus mengoptimalkan pengelolaan aset wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat di Sumatera Utara. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *