Medan | Suara Harian Medan (25/06) – Pertemuan Hangat yang digelar pada Tanggal 25 Juni 2026 di Ruangan Humas DPRD Sumatera Utara membahas percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Nias Selatan kembali menyoroti belum optimalnya realisasi sejumlah program yang berasal dari pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota dewan.
Hadir dalam pertemuan tersebut Anggota DPRD Sumut Fraksi Gerindra Dapil Nias, Thomas Dachi, S.E, Kasubag Humas DPRD Sumut Muhammad Sofian, S.Sos, Staf Humas DPRD Sumut Island Umri Lubis, S.E, Ketua FABEM Sumut Rino Hadinata, S.Sos, serta Sekretaris Wilayah Pemuda Muslim Sumut Chaerul Umam Sinaga, S.Sos.
Dalam pembahasan tersebut, sejumlah aspirasi masyarakat melalui mekanisme Pokir disebut telah masuk dalam perencanaan pembangunan daerah, namun hingga kini masih banyak yang belum terealisasi di lapangan.
Anggota DPRD Sumut Fraksi Gerindra, Thomas Dachi, S.E, menyatakan bahwa usulan Pokir sudah didorong dalam pembahasan anggaran, namun realisasinya masih belum berjalan maksimal.
“Pokir sudah kita dorong dan usulkan, namun masih ada yang belum terealisasi. Kami berharap program ini segera dapat direalisasikan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan masyarakat dari FABEM Sumut, Rino Hadinata, dan Pemuda Muslim Sumut, Chaerul Umam Sinaga S.Sos, menilai percepatan program sangat penting untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya di wilayah Nias Selatan.
Mereka menekankan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Untuk meningkatkan PAD, program yang sudah direncanakan harus segera dijalankan. Kami juga berharap pembangunan di Nias Selatan dapat segera terlaksana,” ujar Chaerul Umam Sinaga.
Rino Hadinata menambahkan bahwa masyarakat berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan DPRD Sumut agar seluruh program yang sudah direncanakan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
(Red)













