Viral Pernyataan Bupati Deli Serdang Soal Pajak, Bobby Nasution: Cara Penyampaian Kurang Pas

 

DELISERDANG |Suara Harian Medan (24/6) – Video pernyataan Bupati Asri Ludin Tambunan yang menyinggung kontribusi masyarakat terhadap pembayaran pajak terkait perbaikan jalan rusak viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia menyoroti keterbatasan anggaran daerah sebagai faktor utama lambatnya pembangunan infrastruktur di wilayahnya.

Pernyataan itu disampaikan Asri saat melakukan doorstop bersama wartawan. Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan di daerah sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), termasuk penerimaan pajak masyarakat seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Ini kita perbaiki tahun ini, untuk daerah lain tergantung kemampuan keuangan kita. Masyarakat itu bayar pajak tidak? Kalau tidak ada uang pemerintah dari mana,” ujar Asri dalam video yang beredar.

Ia juga menyebut bahwa wilayah dengan kepatuhan pajak yang baik akan lebih diprioritaskan dalam pembangunan. Menurutnya, masyarakat tidak hanya menyampaikan keluhan terkait kondisi infrastruktur, tetapi juga perlu memperhatikan kewajiban perpajakan.

“Jangan hanya spill jalan jelek, tapi kontribusi tidak ada. Kita membangun bukan pakai daun, tapi pakai kemampuan APBD,” tambahnya.

Pernyataan tersebut kemudian memicu beragam respons publik setelah viral di media sosial.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menilai bahwa pernyataan tersebut pada dasarnya merupakan ajakan kepada masyarakat untuk taat membayar pajak di daerah masing-masing.

“Kalau pandangan baiknya, itu Bupati mengajak agar masyarakat taat pajak. Saya dengar juga keuangan daerah terbatas, dan hampir semua daerah juga begitu,” ujar Bobby.

Namun demikian, Bobby menilai cara penyampaian yang digunakan kurang tepat sehingga menimbulkan berbagai persepsi di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa pajak memang menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan daerah.

“Jadi anggap saja itu imbauan kepada masyarakat, hanya saja mungkin cara menyampaikannya saja yang kurang pas,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *